Minggu, 18 Mei 2014

Cinta yang Sama



         Ada dua orang sahabat. Mereka sangat akrab. Semua orang sangat salut dengan persahabatan mereka. Sebut saja namanya Akbar dan Abdhi. Suatu hari saat mereka jalan-jalan mereka bertemu dengan seorang gadis cantik, manis, berkulit sawo matang. Mereka berdua tertarik dengan gadis itu. Secara diam-diam dan tidak ada yang tahu mereka mendekati gadis itu. Gadis itu bernama Bunga.
          Suatu hari dua sahabat itu berkumpul untuk membahas sebuah bisnis mereka. Disela-sela membahas permasalahan bisnis itu mereka saling curhat.
“Aku menyukai seseorang, tapi aku baru kenal sama dia.” Kata Akbar sambil malu-malu.
“Aku juga sedang mengagumi seseorang, karna bagiku dia sangat berbakat.” Sahut Abdhi.
Mereka berdua saling tidak menyebutkan nama gadis itu karna mereka tidak mau ada yang tahu sebelum mereka mendapatkan gadis itu. Mereka saling menyembunyikan nama gadis itu samapai-sampai sahabatnya pun tidak tahu.
          Perkenalan itu semakin dekat. Bunga bingung harus memilih siapa. Dua-duanya baik dan perhatian. Bunga tidak bisa memilih dua-duanya. Pada akhirnya Bunga tidak memilih mereka berdua. Bunga lebih memilih laki-laki lain yang ia sukai sejak dahulu. Akhirnya mereka tidak bisa mendapatkan Bunga. Seminggu setelah kejadian itu mereka berkumpul dengan komunitasnya. Mereka saling curhat bahwa mereka telah gagal mendapatkan gadis pujaannya. Ada seorang sahabat mereka yang bertannya, “Siapa gadis itu? Nampaknya kalian menyesal sekali.”
Akbar dan Abdhi secara serentak dan bersama menjawab pertannyaan itu, “BUNGA.” Mereka berdua nampaknya terkejut karena mereka menyukai gadis yang sama. Akhinya mereka tertawa bersama dan saling bercerita tentang kisah cintanya.
          Disaat asik-asiknya datang lagi sahabat mereka. “Cinta Tak Harus Memiliki.” Kata sahabat mereka yang tiba-tiba datang mengejutkan. Akbar dan Abdhi pun setuju dengan kata itu. Akhirnya mereka bangkit dari keterpurukan dan mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Kini mereka sekarang banyak yang mengagumi karena kepribadiaannya. Semenjak itu banyak anak gadis yang berlomba-lomba merebut perhatian dan simpatinya. Namun Akbar dan Abdhi membalasnya dengan cuek. Karna mereka tidak mau salah lagi.

End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar